15 Januari 2013

Syair Alexandria

Syair Alexandria
Muhammad Syahrul Fakhri

aku masih melihat laut.

Menggulung seperti tikar, airnya penuh debu.
biru kehitaman diujung sana.
sangat bercahaya, di bibir yang menembus kesini.

dan aku harus pergi,
menginjak tanah berlumpur selepas seks dengan air sebentar tadi.
menjejal dingin, tapi terus maju...

aku tidak berhenti.
Aku berdiri menahan angin kencang.
menghadapi air dari langit yang semakin berat.
dan menantang debu, yang terus menampar-nampar tubuh-ku!

bukan pahlawan ...
aku juga menyadari aku bukan dokter.
tanpa takut rasa sakit, yang sok tahu berbagai macam penawarnya.
benar-benar keras kepala.

Tapi, aku harus terus berjalan dan berjalan.
karena aku tahu tentang makna kehidupan.
tentang bagaimana untuk sampai ke akhir.
dan mengorbankan segalanya untuk menggapai kemenangan.

dan proses ini,
Aku tidak berhenti disini,
aku terus berjalan.
berharap bahwa hidup-ku maju ke depan!

5:10 9/1/12


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Often Read:

Breaking News

Kata Mereka:

"akulah pemilik masa depanku, tak perduli apa kata orang lain, yg terpenting adalah; Aku adalah Aku, bukan dirimu. Akulah yang menentukan kapan kesuksesan dapat kuraih, karna aku percaya janji Tuhan yang tak mungkin untuk di ingkari."

Percayalah dan yakinlah semuanya dapat kau raih dengan kesungguhan hati dan kebulatan tekad sekeras baja. Kekuranganku adalah sumber kekuatan terbesar dalam hidupku.

(Sahabat saya, Nurul Atiq)